Rabu, 18 Mei 2016

My first backpack

 

Single Backpacker? Why not?



Mendengar kata single backpacker kedengarannya menyeramkan, namun ternyata hal tersebut malah justru sangat menyenangkan. Mau tau bagaimana serunya? Berikut adalah sekelumit cerita pengalaman pribadi saya menjadi single backpacker. Le't's take a look ^_^.

Tidak dipungkiri, awalnya rasa gelisah itu muncul. Pertanyaan berikut juga terus menghantui pikiran:  "single backpacker? apa iya akan baik-baik saja?". Kekhawatiran tersebut terus berlangsung dan berhasil membuat saya insomnia. 
Berawal dari rencana mendadak liburan bersama teman ke negara Malaysia, akhirnya berubah menjadi sebuah perjalanan single backpacker. Satu jam sebelum pembelian tiket pesawat which is itu adalah sehari sebelum rencana keberangkatan teman membatalkan rencananya karena alasan keluarga. Nekad, saya memutuskan untuk tetap pergi seorang diri. Dengan berbekal mencari tahu pengalaman orang lain melalui blog dan ketidakseganan bertanya baik pada orang lokal maupun turis yang ditemui sepanjang perjalanan, liburan pun berakhir dengan kesan yang luar biasa.


Karena ini adalah pengalaman pertama saya bepergian ke luar negri, saya sama sekali tidak punya gambaran mengenai nasib jaringan komunikasi yang akan terjadi pada nomor Indonesia akhirnya saya berinisiatif untuk membawa buku saku yang berisi seluruh destinasi yang ingin saya kunjungi lengkap dengan bagaimana cara menuju ke sana. Dan benar saja, selama di sana saya tidak bisa menggunakan alat komunikasi maupun data seluler. Fasilitas wifi yang disedikan di hotel pun jauh dari harapan.


Perjalanan dimulai dari Jakarta pukul 11.30 WIB dan tiba di KLIA sekitar pukul 14.30 waktu Malaysia. Selanjutnya saya melanjutkan perjalanan ke Tune Hotel Down Town KL. Meskipun sudah berusaha mencaritahu transportasi apa yang harus digunakan untuk menuju ke sana, namun sampai saya tiba di KLIA saya masih belum menemukan gambaran pastinya. Akhirnya saya memutuskan untuk bertanya pada beberapa petugas dan mereka menyarankan saya untuk menggunakan transportasi Bus. Sebagai orang yang sama sekali buta tentang Malaysia, saya merasa beruntung menggunakan moda transportasi tersebut meski tidak secepat KL Express. Dari shulter bus disediakan mobil jemputan bagi yang membeli tiket tujuan hotel di daerah Kuala Lumpur. Pukul 16.00 saya tiba di hotel dengan selamat. Setelah turun di shulter bus sebuah mobil 3/4 sudah siap menunggu untuk mengantarkan sampai ke hotel. Pada hari itu saya adalah penumpang tunggal dalam mobil tersebut. Beruntung, saya bertemu driver yang sopan dan sangat bersahabat.
Hari pertama
Setelah satu jam beristirahat dan sholat saya memutuskan untuk tidak membuang waktu dan memulai penjelajahan saya. Perjalanan pertama dimulai. Meski driver mobil yang mengantar saya menawarkan untuk menemani berkeliling kota waktu itu, tapi karena belum terlalu kenal saya menolak secara halus tawaran tersebut dan driver tersebut tidak tersinggung. Sebelum meninggalkan hotel untuk berjelajah, terlebih dahulu saya bertanya ke customer service hotel mengenai akomodasi menuju Twin Tower. Menurut saya jawaban yang mereka berikan tidak terlalu solutif karena mereka menyarankan untuk naik taxi sedangkan saya ingin menikmati mass transportation. Berbekal tanya beberapa orang yang ditemui dijalan akhirnya saya pun sampai di KL Twin Tower ^_^.  Gak punya tongsis, tripot, maupun teman, bukan alasan untuk tidak bisa berfoto2 cantik.  Banyak pangunjung yang sangat bersahabat untuk sekedar dimintai tolong untuk mengambil gambar buat kita. Pengalaman seru saya waktu itu seorang pengunjung dari India yang saya mintai bantuan malah minta foto bareng (berasa jadi artis hehe).
Puas di Twin Tower saya berencana untuk pergi ke KL Tower. Lagi-lagi saya hanya berbekal tanya ke beberapa orang yang saya temui di jalan. Kali ini saya kurang beruntung. Setelah naik go-kl (karena hari pertama dan baru pertama naik go-kl saya belum paham mengenai rute perjalanan. Asal naik dan ternyata saya malah nyasar ke  Pasar Seni. Tidak termasuk dalam daftar destinasi tujuan, tapi saya tidak menyesal nyasar ke tempat ini. Selesai menunaikan sholat magrib di Mushola Pasar Seni, perjalanan dilanjutkan berkeliling Pasar Seni. Selain barang belanjaan kita juga akan disuguhi pertunjukan tari-tarian daerah. Sebelum pulang kembali ke hotel, saya menyempatkan diri berburu oleh-oleh khas Malaysia di pasar Seni.
Perjalanan pulang ke hotel dimulai. Kembali ke terminal bus terdekat dari pasar Seni yang jaraknya hanya sekitar 5 meter. Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 waktu setempat bus pun sudah mulai jarang. Saya bertanya ke salah satu petugas yang belakangan saya baru tahu kalau dia adalah sopir bus Go-KL line purple. Saya bertanya transportasi yang bisa mengantar saya ke lokasi hotel. Awalnya petugas menjawab dengan nada kurang bersahabat dan sempat memberikan informasi kalau bus ke arah hotel saya sudah tidak ada dan saya harus naik taxi sebagai alternatif terakhir. Melihat sikap saya yang ramah dan sopan, petugaspun petugas berubah ramah. Tak lama, datang teman petugas yang ternyata masih keturunan Indonesia yang sudah lahir di Malaysia dan lebih memilih untuk menjadi warga Malaysia. Bahkan sempat petugas yang tadinya rada galak bilang ke temannya "anak ini peramah". Bus yang dia bawa saatnya berangkat. Dengan baik hati petugas tadi menawarkan saya untuk ikut busnya, bahkan dia sengaja menyetop penumpang lain untuk mempersilakan saya masuk ke dalam bus. Tiba di bukit bintang saya harus berganti bus go-kl red lina, lagi-lagi bapak yang baik itu berdiri dari tempat dia mengendalikan kemudi kemudian memberitahukan bus mana yang harus saya naiki untuk bisa kembali ke hotel. What a wonderful experience ^_^.
Perjalanan hari pertama berakhir menyenangkan
Hari kedua
Pagi itu rencananya saya ingin menunjungi Legoland di Johor Bahru, namun rencana berubah setelah bertanya ke customus service hotel moda transportasi ke Johor Bharu lumayan sulit dan jarak sangat jauh. Perjanlanan akhirnya dilanjutkan ke Genting. Perjalanan ditempuh dengan rapid –KL ke KL sentral dilanjutkan dengan bus ke Genting. Setibanya di Genting gak sengaja bertemu dengan single backpack dari Indonesia dan kami memutuskan untung menghabiskan hari bersama menjelajah Malaysia. Dari genting perjalanan dilanjutkan ke batu cave menggunakan KL-1. Selesai dari batu genting kami menuju twin tower dengan kereta dan menjelang isya atau sekitar pukul 8 malam kami berjalan kaki menuju KL- Tower. Sampai di KL- Tower karena sudah cukup malam kami tidak bias menikmati hiburan yang ditawarkan di sana. Karena waktu sudah cukup larut (sekitar pukul 22.30) kami berpisah menuju penginapan masing-masing dengan go-KL.
Sekitar pukul 23.00 saya tiba di kawasan hotel dan sebelum mengakhiri perjalanan hari itu saya menyempatkan diri untuk wisata kuliner di Nasi Kandar Sayyeed. Tempatnya cukup cozy. Selain adanya suguhan musik dari pengamen, Dari tempat tersebut kita bisa melihat langsung KL-Tower.
Perjalanan hari kedua berakhir mengesankan J.
Hari ketiga
Hari ini merupakan hari terakhir menikmati Kuala Lumpur. Tiket pesawat tertulis pukul 16.00 waktu setempat.  Tak mau menyianyiakan waktu, saya memutuskan untuk mengunjungi Kuala Lumpur Art Galeri. Seperti berjodoh ditempat tersebut saya bertemu kembali teman Indonesia. Sayangnya pagi itu dia harus cepat-cepat ke Bandara karena dia mengambil penerbangan pukul 10.00. Selesai menikmati Museum Art Galery perjalanan dilanjutkan ke Masjid Jamek dan kembali ke Hotel untuk check out.
Sayang melewatkan sisa waktu yang dipunya, sambil menunggu jam keberangkatan saya melanjutkan perjalanan ke kawasan Putrajaya. Pada perjalanan terakhir saya hampir ketinggalan pesawat. Hal tersebut dikarenakan saya kurang  memperhatikan jadwal dan rute bus ditambah bus yang saya tumpangi yang seharusnya sudah kembali ke terminal awal harus kembali memutari komplek dikarenakan sopir lupa menurunkan penumpang di tempat yang sudah di request.
Tiba di bandara saya terlambat 15 menit dari batas akhir check in (tidak bisa check in online karena tidak menemukan koneksi internet). Setelah membujuk petugas Alhamdulillah diberikan kesempatan untuk check in di last call passanger.
Alhamdulillah sampai di Jakarta kembali setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam 30 menit dengan KLM (pramugaranya ganteng-ganteng :D).
Single backpacker-an pertama ke negri orang sukses J. Ketagihan pengen back pack-an lagi ^_^.